Senin, 22 November 2010

Pengantar Transportasi

PAPER PENGANTAR TRANSPORTASI
Kereta Api Sebagai Moda Transportasi Berkelanjutan di Indonesia


Disusun oleh
Sri Lestari
0910660068
(lezthary.blogspot.com)

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2010

PENDAHULUAN
Transportasi adalah sarana bagi manusia untuk memindahkan sesuatu, baik manusia atau benda dari satu tempat ke tempat lain, dengan ataupun tanpa mempergunakan alat bantu. Transportasi berfungsi untuk mengatasi kesenjangan jarak dan komunikasi antara tempat asal dan tempat tujuan. Untuk itu dikembangkan sistem dalam wujud sarana (kendaraan) dan prasarana (jalan).
Transportasi menduduki tempat yang penting dalam kehidupan masyarakat, baik masyarakat sederhana maupun masyarakat modern. Perbedaan transportasi pada masyarakat sederhana dengan masyarakat modern terletak pada perlengkapan yang digunakan, dengan kata lain terdapat perbedaan teknologi. Namun keduanya memiliki persamaan. Kedua masyarakat tersebut memiliki kebutuhan yang sama yakni kebutuhan “bergerak” dari satu tempat ke tempat lain.
Semakin berkembangnya jaman dan teknologi di era saat ini, maka semakin meningkatkan kebutuhan akan transportasi. Transportasi akan dipandang sebagai penunjang dan pemacu dalam segala aspek kehidupan. Jika transportasi tidak memadai atau tidak mendukung suatu usaha atau proses kegiatan, maka usaha tersebut akan sulit untuk dijalankan. Selain itu transportasi akan mempunyai fungsi yang sangat besar dalam suatu pembangunan. Prasarana dan sarana transportasi juga perlu ditata dan dikembangkan, mengingat bahwa transportasi menguasai hajat hidup orang banyak serta sangat penting bagi seluruh masyarakat.
Kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang ramah lingkungan. Kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang perlu diperhatikan lagi. Mengingat kondisi sulit diperolehnya BBM saat ini, angkutan kereta api memiliki beberapa kelebihan dibanding moda angkutan lain. Kereta api mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar, namun konsumsi BBM-nya pun rendah, sehingga dapat menghemat bahan bakar yang telah menipis jumlahnya. Rendahnya konsumsi BBM tersebut menyebabkan transportasi kereta api mempunyai tingkat emisi yang rendah.
Dengan konsumsi BBM yang jauh lebih hemat ini berarti emisi karbon yang dari pembakaran BBM pun jauh lebih kecil. Karena itu, dengan sifatnya yang relatif ramah lingkungan, seharusnya angkutan KA dapat lebih dikembangkan lagi sebagai moda transportasi andalan. Namun, kenyataannya berbagai keunggulan ini nampaknya tidak mengubah nasibnya. Keberadaannya justru semakin tersisih oleh moda transportasi lainnya.
Meskipun kereta api merupakan transportasi yang murah, hemat energi, dan ramah lingkungan, namun perhatian dari pemerintah terhadap kondisi perkeretaapian di Indonesia ini masih kurang. Transportasi kereta api sendiri masih kalah saing dengan moda transportasi lain. Seiring berjalannya waktu aset perkeretaapian di Indonesia tidak semakin membaik. Minimnya perhatian pemerintah terhadap kondisi perkeretaapian ini menyebabkan semakin surutnya infrastruktur angkutan kereta api di Tanah Air. Berbagai kecelakaan kereta api terjadi dikarenakan buruknya infrastruktur kereta api di Indonesia. Seharusnya kereta api bisa menjadi suatu alat transportasi andalan di Indonesia jika pengelolaanya pun lebih baik.
Transportasi yang berkelanjutan (sustainable transport) merupakan salah satu aspek dari keberlanjutan menyeluruh (global sustainability) yang memiliki tiga komponen yang saling berhubungan, yakni: lingkungan, masyarakat, dan ekonomi. Dalam interaksi tersebut, transportasi memegang peran penting di mana perencanaan dan penyediaan sistem transportasi harus memperhatikan segi ekonomi, lingkungan, dan masyarakat.
Mewujudkan suatu tranportasi yang ramah lingkungan saat ini kurang mendapatkan perhatian, untuk itu perlu perwujudan kebijakan maupun pengendalian untuk menciptakan transportasi berkelanjutan (sustainable transportation). Dampak dari pencemaran yang dihasilkan transportasi tidak sekedar polusi udara dan emisi gas buang yang tinggi, tetapi juga pada terancamnya produktifitas ekonomi dan kualitas hidup warganya. Berbagai moda transportasi berkelanjutan telah berhasil diterapakan di berbagai negara maju. Indonesia seharusnya mampu menerapkan suatu moda transportasi kereta api yang berkelanjutan.
Keberhasilan pembangunan dipengaruhi oleh transportasi. Pengembangan transportasi sangat penting dalam menunjang dan menggerakkan pembangunan. Pengembangan transportasi harus didasarkan pada pengembangan yang berkelanjutan (sustainability), yaitu melihat jauh ke depan, berdasarkan perencanaan jangka panjang dan berwawasan lingkungan.
Transportasi di Indonesia begitu kompleks permasalahannya. Dibutuhkan suatu moda transportasi berkelanjutan. Mengingat adanya isu pemanasan global, kelangkaan bahan bakar, maka diperlukan suatu transportasi yang ramah lingkungan, hemat energy, murah dan nyaman. Sebagian besar penduduk Indonesia merupakan masyarakat tingkat menengah ke bawah. Untuk menunjang aktivitas kesehariannya mereka lebih memilih moda transportasi yang lebih murah. Salah satu alternatif moda traansportasi yang digunakan yaitu kereta api.
Namun kondisi perkeretaapian di Indonesia saat ini tidak begitu baik. Kenyamanan dan keamanan bagi penumpang pun tidak mendapat jaminan, bahkan kecelakaan kereta api pun masih sering terjadi. Terjadinya over muatan ketika musim mudik dan liburan tiba sehingga kereta api menjadi sesak dan kurang nyaman lagi. Kurangnya pengawasan menyebabkan banyak penumpang yang nekat naik ke atas gerbong kereta karena sudah tidak mendapat tempat duduk lagi di dalam gerbong. Di dalam gerbong kereta api sendiri tidak cukup nyaman, kondisi udara di dalam kereta begitu panas dan sesak. Bahkan banyak terjadi tindak kriminal di dalam kereta seperti pencopetan dan pelecehan terhadap penumpang wanita.
Isu global warming (pemanasan global), adalah isu tentang kerusakan lingkungan hidup. Transportasi memberikan dampak terhadap lingkungan yaitu emisi gas karbondioksida dan polusi suara. Hasil pembakaran BBM (Bahan Bakar Minyak) menyebabkan terjadinya polusi udara yang mengganggu kesehatan masyarakat. Suara bising yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor juga mengganggu pendengaran. Adanya polusi udara dan polusi suara yang terus menerus menyebabkan terganggunya kesehatan masyarakat.
Banyaknya volume kendaraan di jalan raya menyebabkan semakin parahnya tingkat polusi udara dan polusi suara di Indonesia. Kendaraan yang mendominasi di jalan raya ini sendiri didominasi oleh kendaraan pribadi. Untuk mengurangi volume kendaraan pribadi di jalan raya diperlukan suatu pengobtimalan sistem transportasi publik. Transportasi publik yang tingkat emisinya rendah salah satunya adalah kereta api.
Berbagai keluhan terhadap pelayanan transportasi umum, khususnya transportasi kereta api menyebabkan perlu adanya suatu pandangan baru mengenai transportasi berkelanjutan. Berbagai inovasi kereta api berkelanjutan telah diterapkan di berbagai negara di dunia. Indonesia hendaknya dapat menjadikan pelajaran berbagai teknologi tersebut. Transportasi berkelanjutan haruslah memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan ekologi (lingkungan).
Regenerasi transportasi diperlukan agar masyarakat beralih dari transportasi pribadi ke transportasi publik. Beralihnya minat masyarakat ke transportasi publik ini perlu diimbangi dengan adanya kebijakan pemerintah dimana kepentingan transportasi publik lebih diutamakan. Pemerintah perlu mengembangkan transportasi publik agar minat masyarakat terhadap transportasi publik tetap terjaga.
Pemerintah seharusnya lebih perhatian dan konsisten dalam mengelola transportasi publik di Indonesia khususnya transportasi kereta api. Kebijakan mengenai perkeretaapian harus lebih ditekankan mengingat seringnya terjadi kecelakaan dan tindak kriminal di dalam kereta api. Kebijakan-kebijakan lain pun juga harus ditekankan agar transportasi kereta api menjadi moda transportasi yang paling diminati di Indonesia. Pada akhirnya moda transportasi kereta api menjadi moda transportasi andalan di Tanah Air. Sehingga diharapkan moda transportasi kereta api menjadi moda transportasi yang diunggulkan, serta dapat dijadikan moda transportasi yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Transportasi
Transport (angkutan) adalah kegiatan perpindahan orang dan barang dari satu tempat (asal) ke tempat lain (tujuan) dengan menggunakan sarana (kendaraan). Yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan antara kapasitas moda angkutan (armada) dengan jumlah (volume) barang maupun orang yang memerlukan angkutan. Lalu lintas adalah kegiatan lalu-lalang atau gerak kendaraan, orang, atau hewan di jalanan. Masalah yang dihadapi dalam perlalulintasan adalah keseimbangan antara kapasitas jaringan jalan dengan banyaknya kendaraan dan orang yang berlalu-lalang menggunakan jalan tersebut.
Lalu lintas dan angkutan adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan, hal ini dikarenakan lalu lintas juga diakibatkan adanya kegiatan angkutan. Unsur dasar lalu lintas dan angkutan jalan adalah sama, yaitu ruang kegiatan (berupa lahan yang ditata kegunaannya), ruang lalu lintas (berupa jalan, jembatan dan penyeberangan), dan simpul berupa terminal (terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan, bandar udara).
Perangkutan
Perangkutan dapat juga dikatakan sebagai transportasi yaitu perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat pengangkutan, baik yang digerakkan oleh tenaga manusia, hewan (kuda, sapi, kerbau), atau mesin (Sukarto, 2006). Ada lima unsur pokok transportasi atau perangkutan, yaitu:
a) Manusia, yang membutuhkan transportasi
b) Barang, yang diperlukan manusia
c) Kendaraan, sebagai sarana transportasi
d) Jalan, sebagai prasarana transportasi
e) Organisasi, sebagai pengelola transportasi
Angkutan Umum
Menurut Peraturan Pemerintah No.41 th 1993 kendaraan umum adalah kendaraan bermotor yang disediakan untuk dipergunakan untuk umum dengan dipungut bayaran. Sedangkan menurut undang-undang nomor 27 tahun 2009, angkutan umum atau kendaraan umum adalah setiap kendaraan bermotor yang disediakan untuk dipergunakan oleh umum dengan dipungut bayaran.
Pengoperasian kendaraan umum ditata dalam suatu jaringan pelayanan yang terdiri trayek dan rute serta simpul-simpul berupa sejumlah terminal dan sejumlah tempat pemberhentian di sepanjang lintasan.
Jenis-Jenis Transportasi
Menurut Warpani (2000), alat transportasi umum di Indonesia berdasarkan jenisnya, dibedakan menjadi sebagai berikut.
Angkutan Umum di bagi menjadi 3:
1. Angkutan darat:
Dalam angkutan darat dibagi menjadi 2, yaitu angkutan jalan raya dan angkutan rel.
• Angkutan jalan raya: Angkutan yang menggunakan jalan raya sebagai prasarana angkutan. Pada umumnya menggunakan trayek. Trayek adalah rute atau lintasan kendaraan umum untuk pelayanan jasa angkutan yang mempunyai asal dan tujuan perjalanan tetap. Contoh angkutan darat adalah bus dan angkot.
• Angkutan rel: memakai kereta api sebagai angkutan umum dam menggunakan rel sebagai lintasannya.
2. Angkutan laut:
Angkutan yang menggunakan laut sebagai prasarana transportasi. Contohnya adalah kapal laut.
3. Angkutan udara:
Angkutan yang menggunakan udara sebagai prasarana transportasi. Contohnya adalah pesawat dan helikopter.
Macam Angkutan Umum adalah sebagai berikut:
1. Angkutan Umum paratransit, yaitu pelayanan jasa angkutan yang dapat dimanfaatkan oleh setiap orang berdasarkan ciri tertentu, misalnya tarif dan lintasan (rute). Ciri utama paratransit adalah melayani permintaan (demand-responsive) serta tidak memilki jadwal dan trayek yang tetap. AU paratransit disebut sebagai semi angkutan umum karena menyediakan layanan perorangan, bukan layanan massal. Contoh : taksi, dial-a-bus, travel.
2. Angkutan Umum massal/masstransit, yaitu layanan jasa angkutan yang memilki trayek dan jadwal tetap. Jenis angkutan ini bukan ‘melayani’ permintaan melainkan ‘menyediakan’ layanan tetap, baik jadwal, tarif maupun lintasannya. Contoh: bus, kereta api.

Dampak-Dampak Alat Transportasi
Menurut Widiantoro,J. faktor-faktor lingkungan yang timbul akibat aktivitas transportasi umumnya terkait dengan:
• Kebisingan. Bising adalah bunyi yang tidak dikehendaki, atau tenaga getaran yang tidak terkendali.
• Polusi Udara. Pencemaran udara adalah hadirnya di dalam atmosfer / udara luar, satu atau lebih kontaminan (bahan pencemar) udara, atau kombinasinya dalam jumlah dan waktu sedemikian yang cenderung melukai / menyakiti manusia, tanaman, hewan, atau benda milik manusia. Pencemaran udara akibat transportasi terutama terpusat kota dan di sekitar daerah perkotaan pada prinsipnya disebabkan oleh lalu lintas di perkotaan.
• Kemacetan. Kemacetan tidak hanya mengurangi efisiensi pengoperasian transportasi, tetapi juga membuang waktu dan energi, menimbulkan polusi yang berlebihan, membahayakan kesehatan masyarakat, dan mempengaruhi ekonomi masyarakat.
Di antara faktor-faktor tersebut yang dirasakan paling mengganggu adalah kebisingan dan polusi udara. Kebisingan adalah suara yang tidak diinginkan karena memiliki intensitas atau volume yang melampaui level yang dapat diterima. Umumnya suara yang makin keras makin tidak diinginkan. Suara mulai tidak nyaman pada tingkat 65 dB dan mulai mengganggu ketika mencapai 85 dB dan pada tingkat 95 dB sudah sangat mengganggu dan dapat merusak pendengaran.
Permasalahan Transportasi
Berikut merupakan permasalahan transportasi menurut Direktorat Transportasi-BAPPENAS:
Terbatasnya jumlah dan buruknya kondisi sarana dan prasarana transportasi mengakibatkan tingginya biaya transportasi barang dan penumpang serta menurunnya keselamatan transportasi. Kondisi tersebut diperparah dengan penyebaran pembangunan dan pengembangan transportasi yang masih terpusat di beberapa wilayah dan perkotaan sehingga terjadi ketimpangan pelayanan transportasi antarwilayah perkotaan dan perdesaan.
Kebijakan dan perencanaan transportasi masih bersifat parsial baik sektoral maupun kedaerahan,dan belum terintegrasi secara lintas sektor dan lintas wilayah. Kepentingan daerah dalam pembangunan sarana dan prasarana transportasi masih dominan. Hal ini menandakan bahwa pelaksanaan desentralisasi dan otonomi derah belum efektif. Sistem transportasi multimoda yang terintegrasi dengan memanfaatkan potensi dan keunggulan wilayah belum dilaksanakan sehingga pelayanan transportasi kurang efisien dan efektif.
Pendanaan untuk pemeliharaan prasarana terbatas. Prasarana yang telah dibangun memerlukan pendanaan untuk pemeliharaan agar dapat mempertahankan tingkat pelayanannya. Selama ini pendanaan pemerintah dalam investasi sarana dan prasarana transportasi masih sangat dominan, padahal kemampuan pemerintah sangat terbatas. Sementara itu, peran swasta dan masyarakat masih belum optimal. Peningkatan KPS masih terkendala kerangka hukum dan peraturan untuk meningkatkan investasi swasta masih belum memadai. Kebijakan tarif yang memperhatikan kelayakan investasi, serta sistem konsesi, pembagian risiko antara pemerintah dan investor serta pola kompetisi masih belum menarik investasi swasta.
Penyediaan sarana dan prasarana transportasi perkotaan belum memadai. Dampak urbanisasi dan pertambahan jumlah penduduk yang demikian cepat serta diiringi dengan peningkatan pendapatan masyarakat memicu terjadinya motorisasi yang diperparah dengan tingkat pelayanan transportasi umum yang rendah sehingga tidak kompetitif terhadap moda transportasi pribadi. Akibatnya, banyak kota-kota yang semakin bergantung pada moda kendaraan pribadi (menjadi auto-dependent city). Penyebaran pusat kegiatan yang tidak seimbang dan cenderung monosentris juga memberi beban yang besar bagi sarana dan prasarana transportasi sehingga mengakibatkan tingginya lalu-lintas pada ruas-ruas transportasi yang menuju ke pusat kota. Sebaliknya, pengembangan sarana dan prasarana transportasi seringkali justru turut memicu terjadinya “urban sprawl”, padahal keberlanjutan kota (urban sustainability) ditentukan oleh kondisi transportasi perkotaan.
Aksesibilitas pelayanan transportasi bagi masyarakat di perdesaan rendah. Salah satu sebab banyak terjadi kemiskinan di perdesaan adalah karena aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan angkutan di perdesaan sangat kurang sehingga sulit bagi mereka untuk memasarkan hasil produksinya dan memenuhi kebutuhan hidup mereka, khususnya untuk menjangkau pasar permanen yang ada. Menurut data Kodes 2008, penduduk perdesaan yang tinggal di daerah aliran sungai/lembah memiliki tingkat kesulitan paling tinggi untuk mengakses pasar permanen dengan jarak lebih dari 5 km, yakni mencapai 60,87 persen.Sementara itu, penduduk perdesaan yang tinggal di dataran mencapai 27,09 persen; untuk daerah perdesaan di wilayah pesisir/kepulauan 46,61 persen serta penduduk perdesaan yang tinggal di perbukitan terdapat 55,22 persen.
Perkeretaapian
Transportasi mempunyai peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pengembangan wilayah dan pemersatu wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam rangka mewujudkan Wawasan Nusantara, serta memperkukuh ketahanan nasional dalam usaha mencapai tujuan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian, perkeretaapian sebagai salah satu moda transportasi dalam sistem transportasi nasional yang mempunyai karakteristik pengangkutan secara massal dan keunggulan tersendiri, yang tidak dapat dipisahkan dari moda transportasi lain, perlu dikembangkan potensinya dan ditingkatkan peranannya sebagai penghubung wilayah, baik nasional maupun internasional, untuk menunjang, mendorong, dan menggerakkan pembangunan nasional guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian Pasal 1, perkeretaapian adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas prasarana, sarana, dan sumber daya manusia, serta norma, kriteria, persyaratan, dan prosedur untuk penyelenggaraan transportasi kereta api. Kereta api adalah sarana perkeretaapian dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan sarana perkeretaapian lainnya, yang akan ataupun sedang bergerak di jalan rel yang terkait dengan perjalanan kereta api.
Prasarana perkeretaapian adalah:
• Jalur kereta api adalah jalur yang terdiri atas rangkaian petak jalan rel yang meliputi ruang manfaat jalur kereta api, ruang milik jalur kereta api, dan ruang pengawasan jalur kereta api, termasuk bagian atas dan bawahnya yang diperuntukkan bagi lalu lintas kereta api.
• Jaringan jalur kereta api adalah seluruh jalur kereta api yang terkait satu dengan yang lain yang menghubungkan berbagai tempat sehingga merupakan satu sistem. Jalur kereta api khusus adalah jalur kereta api yang digunakan secara khusus oleh badan usaha tertentu untuk menunjang kegiatan pokok badan usaha tersebut.
• Jalan rel adalah satu kesatuan konstruksi yang terbuat dari baja, beton, atau konstruksi lain yang terletak di permukaan, di bawah, dan di atas tanah atau bergantung beserta perangkatnya yang mengarahkan jalannya kereta api.
Dalam Undang-Undang Perkeretaapian disebutkan bahwa, perkeretaapian diselenggarakan dengan tujuan untuk memperlancar perpindahan orang dan/atau barang secara massal dengan selamat, aman, nyaman, cepat dan lancar, tepat, tertib dan teratur, efisien, serta menunjang pemerataan, pertumbuhan, stabilitas, pendorong, dan penggerak pembangunan nasional. Kereta api menurut jenisnya terdiri dari
a. kereta api kecepatan normal;
b. kereta api kecepatan tinggi;
c. kereta api monorel;
d. kereta api motor induksi linear;
e. kereta api gerak udara;
f. kereta api levitasi magnetik;
g. trem; dan
h. kereta gantung.
Perkeretaapian menurut fungsinya terdiri dari:
a. perkeretaapian umum; dan
b. perkeretaapian khusus.
Sarana perkeretaapian menurut jenisnya terdiri dari:
a. lokomotif;
b. kereta;
c. gerbong; dan
d. peralatan khusus.
Transportasi Berkelanjutan
Prinsip sistem transportasi yang berkelanjutan menurut Raad (2000) dalam bukunya Taking Steps: A Community Action Guide to People-Centred, Equitable and Sustainable Urban Transport, antara lain:
1. Aksesibilitas untuk semua orang
Sistem transportasi yang berkelanjutan harus dapat menjamin adanya akses bagi seluruh lapisan masyarakat, lansia dan anak-anak, juga penyandang cacat. Akses yang terjangkau akan memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar dan sehari-hari seperti bekerja, sekolah, dan aktifitas lainnya.
2. Kesetaraan sosial
Sistem transportasi, dalam penyediaan sarana dan pembangunan infrastruktur nya tidak hanya mengutamakan pembangunan jalan raya dan jalan tol. Namun juga perlu adanya penyediaan sarana angkutan umum yang terjangkau bagi masyarakat kelas menengah kebawah.
3. Keberlanjutan lingkungan
Dampak yang dihasilkan transportasi bagi lingkungan cukup besar. Oleh karena itu sistem transportasi yang berkelanjutan harus meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan. Jenis bahan bakar kendaraan juga mempengaruhi tingkat pencemaran terhadap lingkungan. Penggunaan moda angkutan tak bermotor perlu dilakukan, seperti berjalan kaki atau menggalakkan angkutan massal. Kesehatan dan keselamatan
4. Kesehatan dan keselamatan
Sistem transportasi yang berkelanjutan harus dapat menekan dampak terhadap kesehatan dan keselamatan. Secara umum, pencemaran udara yang dihasilkan oleh kegiatan transportasi secara langsung, maupun tidak langsung, memberikan dampak terhadap kesehatan terutama terhadap sistem pernafasan. Di sisi lain, kecelakaan di jalan raya mengakibatkan kematian. Oleh karena itu, keselamatan dalam transportasi merupakan point yang penting karena mempengaruhi keselamatan orang lain.
5. Partisipasi masyarakat dan transparansi
Sistem transportasi disediakan untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, masyarakat harus diberikan kesempatan menyalurkan aspirasinya untuk ikut menentukan moda transportasi yang digunakan serta terlibat dalam proses pengadaannya. Tidak hanya masyarakat yang telah memiliki kendaraan bermotor yang dilibatkan, melainkan juga masyarakat yang tidak memiliki kendaraan dan tetap memerlukan mobilitas dalam kesehariannya. Partisipasi masyarakat perlu ditingkatkan agar suara masyarakat dapat diperhitungkan dalam proses perencanaan, implementasi dan pengelolaan sistem transportasi kota. Keterbukaan dan ketersediaan informasi dalam proses transportasi dapat menjamin terlaksananya sistem yang baik dan memihak pada masyarakat.
6. Biaya rendah dan ekonomis
Sistem transportasi yang berkelanjutan tidak terfokus pada akses bagi kendaraan bermotor semata melainkan terfokus pada seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, sistem transportasi yang baik adalah yang berbiaya rendah (ekonomis) dan terjangkau. Dengan memperhatikan faktor ini, bukan berarti seluruh pelayanan memiliki kualitas yang sama persis. Beberapa kelas pelayanan
dapat diberikan dengan mempertimbangkan biaya operasi dan keterjangkauannya bagi kelas masyarakat yang dituju. Bukan biaya rendah yang menjadi kunci semata melainkan ekonomis dan keterjangkauannya.
7. Informasi
Masyarakat harus terlibat secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan serta pengelolaan sistem transportasi. Untuk itu, masyarakat harus memahami latar belakang pemilihan sistem transportasi serta kebijakannya. Ini juga merupakan bagian untuk menjamin proses transparansi dalam perencanaan, implementasi dan pengelolaan transportasi kota.
8. Advokasi
Advokasi merupakan komponen penting untuk memastikan terlaksananya sistem transportasi yang tidak lagi memihak pada pengguna kendaraan bermotor pribadi semata melainkan memihak pada kepentingan orang banyak. Di kota besar, seperti Tokyo, London, Toronto dan Perth, advokasi masyarakat mengenai sistem transportasi berkelanjutan telah mampu mengubah sistem transportasi kota sejak tahap perencanaan. Advokasi dapat dilakukan oleh berbagai pihak dan dalam berbagai bentuk. Penguatan bagi pengguna angkutan umum misalnya, akan sangat membantu dalam mengelola sistem transportasi umum yang aman dan nyaman
9. Peningkatan kapasitas
Pembuatan kebijakan dalam transportasi perlu mendapatkan peningkatan kapasitas untuk dapat memahami paradigma baru dalam pengadaan sistem transportasi yang lebih baik dan memihak pada kepentingan masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar tidak lagi tergantung pada kendaraan bermotor pribadi.
10. Jejaring kerja
Jejaring kerja dari berbagai stakeholder sangat diperlukan terutama sebagai ajang bertukar informasi dan pengalaman untuk dapat menerapkan sistem
transportasi kota yang berkelanjutan.

TELAAH
Kereta Api Sarana Transportasi Ramah Lingkungan
Kereta api merupakan sarana transportasi yang ramah lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan contoh perbandingan antara kendaraan pribadi, kereta api, dan pesawat terbang untuk menempuh perjalanan Jakarta-Surabaya, jarak Jakarta dengan Surabaya adalah 674 km. Menurut asumsi Suara Merdeka, kendaraan pribadi memakan 1 liter bahan bakar untuk berjalan 10 km. Dengan perhitungan sederhana, untuk menempuh perjalanan Jakarta-Surabaya diperlukan 67,4 liter. Jika satu kendaraan diisi empat orang, maka satu orang akan membutuhkan konsumsi BBM 16,85 liter. Pembakaran yang sempurna akan menghasilkan karbon dioksida sebanyak 862,65 mol atau 20.703,6 liter dalam suhu ruang untuk satu orang saja. Menurut Suara Merdeka, pesawat terbang membutuhkan dua setengah ton avtur per jam terbang. Waktu tempuh Jakarta-Surabaya itu 1 jam 15 menit, dan membutuhkan 3.125 kg avtur. Pesawat Boeing 737-300 yang mampu mengangkut 148 penumpang. Maka satu orang butuh 21,115 kg bahan bakar itu. Pembakaran akan menghasilkan 1490,52 mol karbon dioksida atau sebanyak 35.772,48 liter per orang. Sedangkan jika perjalanan ditempuh dengan kereta api, menurut Suara Merdeka, lokomotif diesel jenis CC 201 atau CC 203 menghabiskan bahan bakar (solar, C12H23) 2 liter tiap kilometernya. Hal ini berarti Jakarta-Surabaya membutuhkan 1348 liter solar. Sebagai contoh KA Gumarang kelas bisnis, yang bisa memuat total 720 penumpang. Hal ini berarti satu orang hanya membutuhkan 1,87 liter solar, dan karbon dioksida yang dihasilkan 114 mol atau cuma 2736 liter tiap orang. Jauh lebih rendah dibanding kendaraan pribadi dan pesawat terbang. Sehingga dengan menggunakan transportasi kereta api dapat membantu mengurangi polusi udara.
Kereta api adalah moda transportasi yang paling hemat. Kereta api bisa mengurangi lebih dari 70% bahan bakar yang diperlukan dan bisa mengurangi sampai 85% polusi dibandingkan pesawat terbang.
Kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang perlu diperhatikan lagi. Mengingat kondisi sulit diperolehnya BBM saat ini, angkutan kereta api memiliki beberapa kelebihan dibanding moda angkutan lain. Kereta api mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar, namun konsumsi BBM-nya pun rendah, sehingga dapat menghemat bahan bakar yang telah menipis jumlahnya. Rendahnya konsumsi BBM tersebut menyebabkan transportasi kereta api mempunyai tingkat emisi yang rendah.
Berdasarkan data dari Suara Merdeka menyatakan bahwa kereta api lebih hemat bahan bakar jika dibandingkan dengan moda transportasi lainnya. Kereta api dapat mengangkut penumpang hingga 1.500 orang dengan konsumsi BBM hanya 3 liter per km (0,002 liter per orang). Jika dibandingkan dengan bus, kereta api lebih hemat lagi, karena bus membutuhkan konsumsi BBM 0,5 liter per km (0,0125 liter per orang).
Pemanasan global, krisis energi, dan kenaikan BBM hendaknya semakin menyadarkan kita untuk mengusahakan penghematan dan pengurangan emisi. Melakukan perjalanan dengan kereta api merupakan salah satu alternatif yang dapat ditempuh. Keunggulan lain dari transportasi kereta api yaitu kereta api dapat mengangkut barang dan penumpang dengan kapasitas angkut yang besar. Kereta api memiliki jalur lintas sendiri sehingga terhindar dari kemacetan lalu lintas.
Kondisi Perkeretaapian di Indonesia
Meskipun kereta api merupakan transportasi yang murah, hemat energi, dan ramah lingkungan, namun perhatian dari pemerintah terhadap kondisi perkeretaapian di Indonesia ini masih kurang. Transportasi kereta api sendiri masih kalah saing dengan moda transportasi lain. Moda transportasi lain khususnya angkutan udara lebih banyak dipilih oleh masyarakat kalangan atas dibandingkan kereta api hal ini dikarenakan transportasi udara dirasa lebih nyaman dibandingkan dengan kereta api. Sedangkan pengguna moda transportasi kereta api lebih banyak diminati oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah, karena biayanya yang lebih murah.
Gambar 3.1 Kereta Api di Indonesia
Sumber: www.unik.supericsun.com
Kereta api di Indonesia sudah ada sejak tahun 1864. Seiring berjalannya waktu aset perkeretaapian di Indonesia tidak semakin membaik. Rel kereta api sudah banyak yang tidak aktif beroperasi lagi. Namun di kota-kota tertentu misalnya di Semarang terdapat rel kereta api yang terletak di pinggir jalan dan rel tersebut masih aktif digunakan, kondisi demikian ini dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan di sekitar rel tersebut. Sama halnya dengan rel kereta api, stasiun kereta api yang merupakan basis pelayanan angkutan kereta api pun juga tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Beberapa stasiun sudah tidak digunakan lagi dan sejumlah lokomotif tidak terpakai lagi karena kondisinya yang tidak layak lagi untuk beroperasi. Minimnya perhatian pemerintah terhadap kondisi perkeretaapian ini menyebabkan semakin surutnya infrastruktur angkutan kereta api di Tanah Air.
Berbagai kecelakaan kereta api terjadi dikarenakan buruknya infrastruktur kereta api di Indonesia, misalnya saja rel kereta api yang anjlok. Kecelakaan kereta api akibat anjloknya rel kereta api ini seharusnya tidak terjadi jika pemerintah lebih perhatian terhadap kondisi perkeretaapian di Tanah Air. Pencurian baut rel juga pernah terjadi di Indonesia, kondisi ekonomi menyebabkan beberapa masyarakat melakukan hal tersebut. Seharusnya transportasi kereta api memberikan kontribusi mengentaskan kemiskinan namun bukan dari tindakan kriminal seperti pencurian tersebut.
Seharusnya pemerintah pun menyadari bahwa kereta api sesungguhnya merupakan salah stu moda transportasi yang dapat dijadikan andalan. Di sejumlah negara maju transportasi kereta api begitu diperhatikan. Sarana kereta api juga diperbaiki sehingga kenyamanan bagi pengguna tetap terjaga.
Studi Kasus Kereta Api Cepat
Berikut merupakan kereta api cepat yang telah diterapkan di beberapa negara maju (www.jktcargo.wordpress.com):
• Tokaido Shinkansen – Jepang
Gambar 3.2 Kereta Tokaido Shinkansen

Sumber: www.jktcargo.wordpress.com

Jepang mulai mengoperasikan kereta api ini pada tahun 1964. Kereta api dioperasikan untuk melayani rute Tokyo-Nagoya-Kyoto-Osaka. Kereta Api Shinkansen ini mempunyai kecepatan 201km / jam.
• JR-Maglev MLX01 – Jepang
Gambar 3.3 JR-Maglev MLX01

Sumber: www.jktcargo.wordpress.com

Kereta ini bekerja dengan menggunakan magnet superkonduktor train (maglev). Kecepatan yang mampu dicapai kereta ini adalah 581km / jam. Namun kereta yang begitu cepat ini tidak dioperasikan secara komersial.
• Shanghai Maglev Train – China
Gambar 3.4 Kereta Shanghai Maglev Train

Sumber: www.jktcargo.wordpress.com

Kereta ini dibuat dengan teknologi Jerman. Kereta ini dapat mencapai kecepatan 430km / jam dan dapat mengambil penumpang dari Pudong International Airport ke Longyang Road Station di pusat kota hanya 8 menit.
MagLev adalah singkatan dari MAGnetically LEVitated trains yang terjemahan bebasnya adalah kereta api yang mengambang secara magnetis. Sering juga disebut kereta api magnet. Sesuai dengan namanya, prinsip dari kereta api ini adalah memanfaatkan gaya angkat magnetik pada relnya sehingga terangkat sedikit ke atas, kemudian gaya dorong dihasilkan oleh motor induksi. Kereta ini mampu melaju dengan kecepatan sampai 650 km/jam (404 mpj) jauh lebih cepat dari kereta biasa. Dikarenakan mahalnya pembuatan relnya, di dunia pada 2005 hanya ada dua jalur Maglev yang dibuka umum, di Shanghai dan Kota Toyota.
Ada tiga jenis teknologi maglev:
1. Tergantung pada magnet superkonduktivitas (suspensi elektrodinamik)
2. Tergantung pada elektromagnetik terkontrol (suspensi elektromagnetik)
3. Menggunakan magnet permanen (Inductrack). Teknik ini memiliki kemampuan membawa beban yang berhubungan dengan kecepatan kendaraan, karena ia tergantung kepada arus yang diinduksi pada sekumpulan elektromagnetik pasif oleh magnet permanen. Dalam contoh, magnet permanen berada di gerbong; secara horizontal untuk menciptakan daya angkat, dan secara vertikal untuk memberikan kestabilan. Sekumpulan kabel putar berada di rel. Magnet dan gerbong tidak membutuhkan tenaga, kecuali untuk pergerakan gerbong. Inductrack pada awalnya dikembangkan sebagai motor magnetik dan penopang untuk "flywheel" untuk menyimpan tenaga. Dengan sedikit perubahan, penopang ini diluruskan menjadi jalur lurus. Inductrack dikembangkan oleh fisikawan Wiliiam Post di Lawrence Livermore National Laboratory.
Maglev Transrapid di Shanghai menggunakan teknik Inductrack. Inductrack menggunakan array Halbach untuk penstabilan. Array Halbach adalah pengaturan dari magnet permanen yang menstabilisasikan putaran kabel yang bergerak tanpa penstabilan elektronik. Array Halback mulanya dikembangkan untuk pembimbing sinar dari percepatan partikel. Mereka juga memiliki medan magnet di pinggir rel, dan mengurangi efek potensial bagi penumpang.
Cara kerja Kereta Api Maglev yaitu menggunakan prinsip gaya dorongnya. Kereta Maglev mengambang kurang lebih 10mm di atas rel magnetiknya. Dorongan ke depan dilakukan melalui interaksi antara rel magnetik dengan mesin induksi yang juga menghasilkan medan magnetik di dalam kereta.
Pada saat kereta api dilevitasi, daya listrik diberikan ke kumparan di dalam dinding jalur pemandu untuk membentuk suatu sistem unik medan magnet yang menarik dan mendorong kereta sepanjang jalur pemandu.
Arus listrik yang diberikan ke kumparan pada dinding jalur pemandu secara berganti-ganti mengubah polaritas kumparan magnet. Perubahan polaritas ini menyebabkan medan magnetik di depan kereta menarik kereta ke depan, sementara medan magnet di belakang kereta menambahkan gaya dorong ke depan. Kereta maglev mengambang di atas suatu lapisan udara sehingga menghilangkan gesekan. Tidak adanya gesekan serta rancangan aerodinamis kereta membuat kereta ini dapat mencapai kecepatan lebih dari 500 kilometer per jam.
Magnetically Levitated Train. Ini berarti kereta bisa terangkat karena adanya gaya-gaya magnet. Kita tahu bahwa magnet itu memiliki dua kutub, Utara (U) dan Selatan (S). Kita juga tahu bahwa kutub Utara dan kutub Selatan selalu tarik-menarik, sedangkan kutub-kutub sejenis (Utara dengan Utara atau Selatan dengan Selatan) selalu tolak-menolak. Prinsip dasar yang sederhana inilah yang diaplikasikan untuk menjalankan dan ‘menerbangkan’ Maglev Train.
Gambar 3.5 Kutub-kutub Magnet Rel Kereta Maglev
Sumber: www.teknologi21.blogspot.com
Kereta api ini memiliki rel (lintasan) kereta yang berbeda dengan rel kereta yang sudah kita kenal selama ini. Pada kedua sisi lintasan Rel kereta terbang ini terdapat dinding-dinding yang dilengkapi dengan kumparan-kumparan kawat. Oleh prinsip induksi elektromagnet, kumparan-kumparan kawat ini dapat menjadi magnet. Kereta bisa bergerak maju karena adanya interaksi antara magnet-magnet pada dinding-dinding itu dengan magnet-magnet pada kereta.
Jajaran magnet di sepanjang dinding dan di sepanjang kereta (huruf-huruf U menunjukkan kutub Utara, dan S menunjukkan kutub Selatan). Jajaran magnet di sepanjang dinding ini dihasilkan oleh arus listrik bolak-balik dari stasiun-stasiun terdekat. Kutub Utara (U) di gerbong kereta paling depan ditarik oleh kutub Selatan dan ditolak oleh kutub Utara dinding lintasan. Hal yang sama terjadi pada sisi kereta yang lain. Pada gambar, panah berwarna hijau menunjukkan gaya tarik antara kutub Utara dan Selatan. Panah kecil berwarna biru menunjukkan gaya tolak antar kutub sejenis (Utara dengan Utara, Selatan dengan Selatan). Gaya tarik dan gaya tolak yang bekerja bersamaan ini membuat kereta bergerak maju dengan mulus. Tetapi ini baru prinsip yang digunakan untuk bergerak maju. Apa prinsip yang digunakan untuk mengangkat kereta sehingga bisa melayang.
Magnet pada dinding lintasan dihasilkan oleh induksi elektromagnet akibat gerakan kereta. Ketika posisi kereta beberapa sentimeter dibawah pusat magnet dinding ini, maka kutub Selatan dinding akan menarik kereta ke atas dan kutub Utaranya akan mendorong kereta juga ke atas. Gaya tarik dan gaya dorong ini membuat kereta melayang, tidak menyentuh rel sama sekali.
Dinding yang memagari lintasan kereta ini tidak hanya berfungsi untuk menarik dan mendorong kereta supaya bergerak maju dan mengangkat kereta sehingga bisa melayang. Ada satu fungsi lainnya yang tidak kalah pentingnya, yaitu sebagai pengendali arah laju kereta (guidance). Maksudnya adalah supaya kereta tidak pernah keluar jalur dan tetap berada di tengah-tengah lintasan setiap saat. Prinsip magnet kembali digunakan sebagai pengendali. Ketika kereta oleng ke kiri, gerakan kereta ini mengakibatkan kumparan kawat dinding kiri dan kanan menjadi magnet. Magnet pada dinding kiri dan dinding kanan diusahakan memiliki kutub yang sama, misalnya kutub Utara. Misalnya gerbong kereta yang berhadapan dengan dinding di sisi kiri memiliki kutub Utara juga, dan gerbong kereta yang berhadapan dengan dinding di sisi kanan memiliki kutub Selatan.
Pada sisi kiri akan terjadi tolak-menolak antara kutub Utara dari dinding dan kutub Utara gerbong kereta. Pada sisi kanan terjadi tarik-menarik antara kutub Utara dinding dan kutub Selatan kereta. Gaya-gaya ini akan mengembalikan kereta pada posisi sebelum oleng. Demikian juga jika kereta oleng ke kanan, kereta akan dikembalikan ke posisi semula oleh gaya magnet ini. Jadi gaya magnet ini akan mempertahankan kereta supaya tetap berada di lintasannya (stabil di tengah-tengah lintasan), tidak akan keluar jalur.
Kelebihan utama dari Kereta Maglev ini adalah kemampuannya yang bisa melayang di atas rel, sehingga tidak menimbulkan gesekan. Karena tidak adanya gesekan ini menyebabkan tidak akan ada penggantian rel atau roda kereta karena tidak akan ada yang aus (biaya perawatan dapat dihemat). Keuntungan lainnya adalah tidak ada gaya resistansi akibat gesekan. Tidak adanya gesekan menyebabkan tidak adanya hambatan selain hambatan udara, sehingga kereta bisa meluncur tanpa hambatan dengan kecepatan sangat tinggi. Untuk mengurangi hambatan udara rancangan kereta dibuat dengan bagian depannya berbentuk seperti moncong lumba-lumba. Kereta ini didesain seperti tubuh lumba-lumba karena lumba-lumba memiliki tubuh yang streamline (ramping) sehingga bisa mengurangi drag (gaya hambat) air. Bentuk ramping mirip moncong lumba-lumba dari maglev ini akan mengurangi drag udara, sehingga maglev dapat meluncur cepat seperti peluru. Kereta api Maglev tidak menimbulkan suara bising ketika bergerak, hal ini berbeda dengan kereta api pada umumnya. Dikarenakan kereta Maglev tidak mengalami gesekan sehingga suara ribut dan bising dan mengganggu telinga tidak terdengar ketika kereta ini bergerak.
Kereta Api Maglev mempunyai banyak kelebihan yang tidak dimiliki kereta api lain, namun kereta api ini juga mempunyai kekurangan. Kekurangan dari kereta ini adalah mahalnya investasi terutama pada pengadaan relnya. Mahalnya biaya pembuatan kereta ini menjadikan hanya beberapa negara tertentu saja yang mengoperasikan kereta ini, antara lain Jepang, China, Jerman.
www.teknologi21.blogspot.com
• Korea Train Express (KTX) – Korea Selatan
Gambar 3.6 Kereta Api Korea Train Express (KTX)

Sumber: www.jktcargo.wordpress.com

Pada tahun 2004, Korea Selatan menjadi negara kedua di Asia setelah Jepang yang membangun jalur kereta api berkecepatan tinggi yang menghubungkan beberapa kota utama. KTX atau Korea Train eXpress adalah kereta kecepatan tinggi Korea Selatan. Kereta ini dirancang berdasarkan dari teknologi TGV Prancis dan memiliki kecepatan tertinggi 300 km/jam atau lebih.
• Taiwan High Speed Rail – Taiwan
Gambar 3.7 Api Taiwan High Speed Rail

Sumber: www.jktcargo.wordpress.com

Taiwan meluncurkan kereta Taiwan High Speed Rail pada tanggal 5 Januari 2008, kereta api ini dibangun berdasarkan Japanesse Teknologi Shinkansen, kereta ini dapat memotong waktu perjalanan dari Taipei ke Kaoshiung yang semula 4 jam menjadi 90 menit.
• Kereta a Grande Vitesse (TGV) – Perancis
Gambar 3.8Kereta Api a Grande Vitesse (TVG)

Sumber: www.jktcargo.wordpress.com

Kereta ini diluncurkan pada awal 80-an, TGV melayani rute dari Lyon dan Paris. Setelah dinyatakan sukses, rute ini ditambahkan ke kota lain di perancis bahkan negara-negara lain. Kereta ini dikembangkan oleh Alstom SA (Pabrik kereta api terbesar kedua di dunia) dan dioperasikan oleh SNCF (Perusahaan rel Nasional Prancis), dan memecahkan rekor kecepatan 515km / jam untuk roda kereta konvensional
TGV adalah kereta cepat Prancis (bahasa Prancis: train à grande vitesse, ada 1960-an. Prototipe pertama, dikenal dengan TGV 001, menggunakan turbin gas dan memproduksi listrik sendiri dari minyak, tapi setelah krisis energi 1973 dan peningkatan harga minyak yang tinggi, ide ini dianggap tidak praktis. Prototipe listrik pertama diselesaikan pada 1974, dengan versi akhir diantar pada 1980 dan pelayanan pertama dibuka umum antara Paris dan Lyon pada 27 September 1981. Jalur TGyang berarti kereta kecepatan tinggi). Kereta ini menghubungkan kota-kota di Prancis terutama Paris, dan juga negara-negara tetangga, seperti Belgia, Jerman, dan Swiss. TGV adalah kereta penumpang, namun ada juga yang digunakan untuk pengiriman surat antara Paris dan Lyon.
Ide TGV pertama kali diusulkan pada 1960-an. Prototipe pertama, dikenal dengan TGV 001, menggunakan turbin gas dan memproduksi listrik sendiri dari minyak, tapi setelah krisis energi 1973 dan peningkatan harga minyak yang tinggi, ide ini dianggap tidak praktis. Prototipe listrik pertama diselesaikan pada 1974, dengan versi akhir diantar pada 1980 dan pelayanan pertama dibuka umum antara Paris dan Lyon pada 27 September 1981. Jalur TGyang berarti kereta kecepatan tinggi). Kereta ini menghubungkan kota-kota di Prancis terutama Paris, dan juga negara-negara tetangga, seperti Belgia, Jerman, dan Swiss. TGV adalah kereta penumpang, namun ada juga yang digunakan untuk pengiriman surat antara Paris dan Lyon.
V telah menggantikan trafik udarV telah menggantikan trafik udara antara kota-kota yang telah terhubung. Brussel–Paris dalam 90 menit telah meningkatkan perjalanan antara dua ibukota, dan jalur Paris–Marseille memotong jam perjalanan.
www.id.wikipedia.org
• InterCity Express (ICE) – Jerman
Gambar 3.9 Kereta InterCity Express (ICE)

Sumber: www.jktcargo.wordpress.com

Pada awal 90-an, Jerman meluncurkan kereta ini untuk melayani Hannover, Wurzburg, Mannheim, dan Stuttgart rute, kereta ini dikembangkan oleh Siemens dan dapat mencapai kecepatan 280km / jam.
InterCityExpress atau ICE adalah sejenis kereta kecepatan tinggi dioperasikan oleh DV Fernverkehr di Jerman dan beberapa negara tetangga, contohnya Zürich, Swiss atau Wina, Austria. Kereta ICE juga berjalan dengan kecepatan rendah ke Amsterdam, Belanda dan Brussel, Belgia. Perlengkapan ICE diproduksi oleh konsorsium industri yang dipimpin oleh Siemens AG. Kereta ICE membutuhkan rel khusus kecepatan-tinggi untuk berlari dengan kecepatan tinggi, namun dapat juga menggunakan rel biasa dengan kecepatan biasa juga.
• Transrapid – Jerman
Gambar 3.10 Kereta Api Trensrapid
Sumber: www.jktcargo.wordpress.com
Jerman juga membuat kereta maglev yang dapat mencapai 550km / jam tapi sayangnya pada September 2006 terjadi kecelakaan dan membunuh 23 orang.
• Direttissima – Italia
Gambar 3.11 Kereta Api Direttissima
Sumber: www.jktcargo.wordpress.com
Kereta Direttissima Itali diluncurkan untuk melayani rute dari rome dan Florensia dengan kecepatan 254km / jam.
• Eurostar – Great britain
Gambar 3.12 Kereta Api Eurostar


Sumber: www.jktcargo.wordpress.com

Kereta ini mulai beroperasi pada 1994 dan melayani rute dari London ke Perancis dan Belgia (saluran air di terowongan) waktu perjalanan dari London ke Paris adalah 2 jam 35 menit dengan kereta ini.
Eurostar adalah layanan penumpang kereta api kecepatan tinggi yang menghubungkan London dengan Paris dan Brussels. Semua perusahaan kereta melintasi Terowongan Channel antara Inggris dan Perancis yang dimiliki dan dioperasikan secara terpisah oleh Eurotunnel
Sejarah Eurostar dapat ditelusuri pada 1986 dari sebuah terowongan rel untuk menyediakan saluran hubungan silang antara Inggris dan Perancis. Sebuah upaya sebelumnya pada pembangunan terowongan antara kedua negara telah dimulai pada tahun 1974, tapi dengan cepat dibatalkan. Pada tahun 1988 pembangunan dimulai atas dasar baru. Eurotunnel diciptakan untuk mengelola dan memiliki terowongan, yang selesai pada tahun 1993, peresmian terjadi di Mei 1994.
Selain terowongan kereta antar-jemput membawa mobil dan truk antara Folkestone dan Calais , keputusan untuk membangun terowongan kereta api membuka kemungkinan melalui penumpang dan kereta pelayanan angkutan antara tempat lebih jauh. British Rail dan SNCF kontrak dengan Eurotunnel untuk menggunakan setengah kapasitas terowongan untuk tujuan ini. Pada tahun 1987 Inggris, Perancis dan Belgia mendirikan Proyek Internasional Group untuk menentukan kereta api untuk memberikan layanan berkecepatan tinggi penumpang internasional melalui terowongan. Perancis telah beroperasi layanan berkecepatan tinggi TGV sejak tahun 1981, dan mulai konstruksi saluran berkecepatan tinggi baru antara Paris dan Terowongan Channel, LGV Nord; teknologi TGV Prancis dipilih sebagai dasar untuk kereta baru. Perintah untuk 30 trainsets, akan diproduksi di Perancis tetapi dengan beberapa dan Belgia komponen Inggris, ditempatkan pada bulan Desember 1989. Pada tanggal 20 Juni 1993, kereta Eurostar tes pertama melakukan perjalanan melalui terowongan ke Inggris. Berbagai kesulitan teknis dalam menjalankan kereta api baru di trek Inggris dengan cepat diatasi.
Pada 14 November 1994 Eurostar layanan dimulai antara stasiun Waterloo Internasional di London, Gare du Nord di Paris dan stasiun kereta api Selatan-Brussels di Brussels. Pada tahun 1995 Eurostar adalah mencapai kecepatan end-to-end rata-rata dari 171,5 km / jam (106,6 mph) antara London dan Paris. Pada tanggal 8 Januari 1996 meluncurkan layanan kereta Eurostar dari stasiun kereta api kedua di Inggris ketika Ashford International dibuka. Perjalanan kali antara London dan Brussels berkurang pembukaan HSL 1 pada tanggal 14 Desember 1997.
Pada tanggal 23 September 2003 layanan penumpang mulai berjalan pada bagian menyelesaikan pertama High Speed 1. Setelah profil glamor upacara pembukaan-tinggi dan kampanye iklan yang besar, pada tanggal 14 November 2007 layanan Eurostar di London ditransfer dari Waterloo ke merek baru Pancras Internasional St.
Terowongan Channel yang digunakan oleh layanan Eurostar memegang rekor karena bagian bawah laut terpanjang di dunia, serta menjadi terowongan rel terpanjang kedua di dunia. Sebuah kereta Eurostar menetapkan baru Inggris rekor kecepatan dari 334,7 km / jam (208,0 mph) pada bagian pertama dari High Speed 1 pada 30 2003, Juli dua bulan sebelum pelayanan mulai berjalan pada bagian pertama dari High Speed 1.
Pada tanggal 16 Mei 2006 Eurostar rekor baru untuk kecepatan tinggi perjalanan non-stop terpanjang, jarak 1.421 kilometer (883 mil) dari London ke Cannes mengambil 7 jam 25 menit. 4 Pada September 2007 memecahkan rekor kereta meninggalkan Paris Gare du Nord pada 10:44 (09:44) dan mencapai London St Pancras dalam 2 jam 3 menit 39 detik; tercatat wartawan dan pekerja kereta api. Kereta adalah kedatangan penumpang tercatat pertama di St stasiun International Pancras. Pada tanggal 20 September 2007, Eurostar memecahkan rekor ketika selesai perjalanan dari Brussels ke London dalam 1 jam, 43 menit.
www.id.wikipedia.org
Studi Kasus Inovasi Kereta Api Ramah Lingkungan
• Kereta Api Ramah Lingkungan di India (www. vtrediting.wordpress.com)
Sebuah kereta api dengan teknologi ramah lingkungan menggunakan energi bio diesel diluncurkan di Bilimora India bagian Barat. Selain bahan bakar ramah lingkungan, bagian dalam kereta seperti toilet juga diciptakan ramah lingkungan. Kereta api dengan bahan bakar bio diesel ini merupakan inovasi pertama kalinya di stasiun kereta api bagian Barat India.
Kereta api menggunakan bahan bakar campuran 10 persen bio diesel merupakan campuran energi yang diyakini dapat menurunkan kadar emisi karbon dioksida tanpa merusak mesin. Manajer Divisi Kereta Api Mumbai, PK Sharma mengatakan kereta api ramah lingkungan ini akan melakukan percobaan perjalanan sepanjang 51 kilometer dari Bilimora ke Beghai.
Jalan kereta api di India merupakan salah satu jaringan kereta api terbesar di dunia. Perusahaan kereta api di India berkomitmen penuh untuk peduli terhadap lingkungan sepanjang jalur kereta api yang melewati pemukiman penduduk, persawahan, ladang dan daerah pedesaan. Yang unik kereta api ramah lingkungan ini dilengkapi toilet ramah lingkungan sehingga pengguna jasa kereta api merasa nyaman dalam perjalanan bila membutuhkan jasa toilet untuk keperluan pribadi.
Bio diesel setera dengan energi yang diproses dari sumber-sumber alami seperti minyak sayur yang dapat digunakan dalam modifikasi kendaraan diesel. India merupakan negara yang memiliki tingkat emisi gas rumah kaca paling tinggi di dunia yang berdampak kepada pemanasan global. Kadar tertinggi polusi di India adalah karbon dioksida yang berasal dari pembakaran diesel.
www. vtrediting.wordpress.com
• Kereta Api Ramah Lingkungan di Jepang (www.hariansib.com)
Badan perkereta-apian Jepang akan segera mengoperasikan kereta api ramah lingkungan (hybrid) pertama di dunia untuk melayani transportasi komersil mereka akhir bulan ini sebagai usaha untuk mengurangi pemanasan global.
Menurut juru bicara “East Japan Railway”, Shinichi Harada, kereta api tersebut akan digerakkan mesin diesel dan batere listrik yang akan mendapatkan pengisian ulang melalui energi pengereman di tikungan dan saat memasuki stasiun. Kereta api yang diberi nama Kiha E2000 dan dikembangkan oleh “East Japan Railway Co” tersebut akan dioperasikan di jalur Koumi, Jepang tengah pada 31 Juli.
Teknologi baru tersebut dikatakan mampu mengurangi emisi gas nitrogen oxide dan masalah lingkungan lainnya sampai 60 persen lebih dibanding kereta api konvensional. Teknologi tersebut juga mampu menghemat bahan bakar diatas 20 persen dan juga tidak menimbulkan suara yang berisik. “Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami untuk membantu mengurangi pemanasan global dengan cara mengoperasikan kereta api yang lebih ramah lingkungan,” ucap Harada.
Harada mengatakan sebelum diluncurkan perusahaan akan menguji coba dan mempelajari kemampuan kereta api tersebut di sepanjang 78.9 km jalur Koumi yang juga melintasi kawasan pegunungan Jepang. (AP/LBN/g)
www.hariansib.com
• Kereta Api Bertenaga Biogas di Swedia
Organ seekor sapi, khususnya jeroannya, kalau sudah diolah menjadi biogas, ternyata dapat menjadi bahan bakar untuk menjalankan sebuah rangkaian kereta api sejauh 4 km. Ini merupakan perkembangan baru mencari bahan pengganti BBM (bahan bakar minyak) yang dikembangkan di Swedia.
Di dalam rumah jagal di Linkoping, Swedia, puluhan sapi menunggu giliran dengan tenang untuk disembelih. Tukang jagal segera memisahkan jeroan sapi yang sudah disembelih ke dalam sebuah lubang yang akan membawanya ke sebuah penampungan besar hingga nantinya mengubahnya menjadi bahan mentah biogas.
Bau anyir merebak di ruangan bawah di mana terkumpul organ sapi seperti lemak dan semua jeroan.
Sebuah mobil tangki mengumpulkan organ-organ itu dan membawanya ke pabrik biogas, tempat organ sapi dimasak secara perlahan selama sebulan, sebelum gas methan dihasilkan dari ramuan tersebut.
Kereta penumpang pertama yang memakai bahan bakar biogas membawa penumpang dari kota Linkoping dan Vastervik di Swedia. Dan ternyata, jeroan seekor sapi mampu mendorong kereta kereta itu hingga jarak 4 km.
Bos perusahaan Svensk Biogas, Carl Lilliehook, mengatakan dengan menggunakan gas methan dari jeroan sapi, biaya akan lebih mahal sekitar 20 persen, dibanding dengan diesel solar. Namun dengan naiknya harga bahan bakar minyak dunia, Swedia telah mencari terobosan membuat sumber energi terbarukan.
Di Linkoping, Swedia, sedikitnya 65 bus angkutan umum sudah menggunakan bahan bakar biogas. Kota itu mengaku sebagai kota pertama di dunia yang mencoba memakai gas methan sebagai sumber tenaga bus mereka.
Swedia juga tengah mengembangkan campuran bahan bakar bio tingkat tinggi untuk menggantikan bensin/premium. Perusahaan mobil Saab tahun ini telah meluncurkan mobil yang memakai bahan bakar bio.
Mesin mobil itu menggunakan campuran yang terdiri dari 85 persen bioethanol yang dibuat dari bit gula Brasil.
Para pakar beranggapan bioethanol dan biosolar sebagai zat berkadar karbon netral, karena menghasilkan emisi karbon jauh lebih kecil dari bahan bakar minyak bumi. Dan tanaman yang menghasilkan bahan bakar bio itu tumbuh untuk menyerap gas rumah kaca penghasil karbondioksida.
Perusahaan mobil Saab ingin menjual mobil bio itu ke Inggris, tetapi untuk saat ini infrastruktur bahan bakar bio di Inggris belum ada.
Bioethanol sebesar 5 persen sebagai campuran bensin baru mulai tersedia di Inggris Raya awal tahun 2005 ini.
Di Swedia sendiri mobil bio buatan Saab dijual sekitar 1.000 dolar AS lebih mahal dari model mobil yang sama dengan bahan bakar premium.
Namun harga bahan bakar bio campuran di Swedia sepertiga lebih murah dari bensin dan solar. Selain itu perusahaan yang menyediakan mobil bio dibebaskan dari pajak dan pengemudi bebas dari biaya parkir, sehingga banyak diminati, selain tidak menimbulkan polusi udara. (BBC/Reuters/Adi)
Bahan Bakar Kereta dari Jeroan Sapi. Selasa, 15 November 2005. www.suarakarya-online.com/news.html
• Kereta Api Amerika Serikat Berbahan Bakar Biodiesel (www.greenradio.fm)
Perusahaan kereta api Amerika Serikat Amtrak memulai uji coba selama setahun penuh penggunaan bahan bakar biodiesel untuk kereta penumpang Heartland Flyer yang menghubungkan Oklahoma City dan Ft. Worth, Texas. Tujuannya untuk mengurangi emisi karbon dan ketergantungan pada bahan bakar impor.
Penggunaan biodiesel, yang merupakan percampuran antara bahan bakar diesel biasa dan lemak daging, diharapkan bisa mengurangi emisi hingga 10 persen. Karena biodiesel lebih cepat terbakar dibanding minyak diesel, kereta ini membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menempuh jarak 412 mil. Heartland Flyer biasanya menggunakan 100 ribu galon bahan bakar per tahun.
Penggunaan biodiesel ini membutuhkan sedikit modifikasi pada mesin kereta. Uji coba ini ditujukan untuk melihat dampak bahan bakar tersebut pada katup mesin.
Juru Bicara Amtrak Marc Magliari mengatakan, untuk pengembangan biodiesel perusahaannya harus mengeluarkan dana tambahan sekitar lima sen per galon dibanding bahan bakar diesel biasa. Lemak daging dibeli dari sebuah perusahaan di Texas.
Marc Magliari juga menjamin Heartland Flyer tidak akan mengeluarkan asap yang berbau seperti daging terbakar.
Menjadi lebih hijau adalah satu dari enam tujuan strategis Amtrak. Uji coba biodiesel pada Heartland Flyer hanyalah satu elemen dari program manajemen transportasi berbasis lingkungan.
Usaha lain yang dilakukan Amtrak adalah berusaha mengurangi waktu yang terbuang saat mesin diesel dinyalakan, menggunakan pelumas yang ramah lingkungan pada sistem hidrolik kereta dan memakai mesin yang lebih ringan dan aerodinamis untuk kereta yang menghubungkan Florida dan Washington, D.C.
Live Science. 2010. www.greenradio.fm
Tansportasi Berkelanjutan
Kebutuhan masyarakat akan transportasi sulit untuk dihilangkan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu transportasi yang berkelanjutan. Istilah transportasi berkelanjutan sendiri berkembang sejalan dengan munculnya terminologi pembangunan berkelanjutan pada tahun 1987 (World Commission on Environment and Development, United Nation). Secara khusus transportasi berkelanjutan diartikan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan mobilitas transportasi generasi saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhan mobilitasnya.
Transportasi berkelanjutan merupakan suatu transportasi yang tidak menimbulkan dampak yang membahayakan kesehatan masyarakat atau ekosistem dan dapat memenuhi kebutuhan mobilitas yang ada secara konsisten dengan memperhatikan: (a) penggunaan sumberdaya terbarukan pada tingkat yang lebih rendah dari tingkat regenerasinya; dan (b) penggunaan sumber daya tidak terbarukan pada tingkat yang lebih rendah dari tingkat pengembangan sumberdaya alternatif yang terbarukan.
Dengan demikian, secara umum konsep transportasi berkelanjutan merupakan gerakan yang mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan dalam upaya memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat. Dalam konteks perencanaan kota, konsep ini diterjemahkan sebagai upaya peningkatan fasilitas bagi komunitas bersepeda, pejalan kaki, fasilitas komunikasi, maupun penyediaan transportasi umum massal yang murah dan ramah lingkungan seperti KA listrik maupun angkutan umum lainnya yang dapat mengurangi penggunaankendaraan pribadi, khususnya di kawasan CBD.
Di samping itu, konsep transportasi berkelanjutan juga mendorong upaya pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi untuk mengurangi kebutuhan pergerakan orang dan barang melalui penerapan konsep teleconference, tele-working, tele-shopping, tele-commuting, maupun pengembangan kawasan terpadu di perkotaanyang dapat mengurangi kebutuhan mobilitas penduduk antar kawasan seperti Transit Oriented Developmen (TOD).
Inovasi dan perkembangan transportasi di Indonesia membutuhkan cukup banyak riset teknologi dan kebijakan. Perbaikan infrastruktur transportasi dan biaya transportasi serta upaya peningkatan efisiensi tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan kenyaman perlu terus diperhatikan. Dalam mewujudkan tercapainya transportasi yang ramah lingkungan dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi transportasi yang mampu mengurangi dampak lingkungan akibat polusi dari berbagai jenis moda transportasi.
Perkeretaapian sebagai salah satu moda transportasi memiliki karakteristik dan keunggulan khusus, terutama dalam kemampuannya untuk mengangkut, baik orang maupun barang secara massal, menghemat energi, menghemat penggunaan ruang, mempunyai faktor keamanan yang tinggi, memiliki tingkat pencemaran yang rendah, serta lebih efisien dibandingkan dengan moda transportasi jalan untuk angkutan jarak jauh dan untuk daerah yang padat lalu lintasnya, seperti angkutan perkotaan.
Dengan keunggulan dan karakteristik perkeretaapian tersebut, peran perkeretaapian perlu lebih ditingkatkan dalam upaya pengembangansistem transportasi nasional secara terpadu. Untuk itu, penyelenggaraan perkeretaapian yang dimulai dari pengadaan, pengoperasian, perawatan, dan pengusahaan perlu diatur dengan sebaik-baiknya sehingga dapat terselenggara angkutan kereta api yang menjamin keselamatan, aman,nyaman, cepat, tepat, tertib, efisien, serta terpadu dengan modatransportasi lain. Dengan demikian, terdapat keserasian dan keseimbangan beban antarmoda transportasi yang mampu meningkatkanpenyediaan jasa angkutan bagi mobilitas angkutan orang dan barang.
Penyelenggaraan perkeretaapian telah menunjukkan peningkatan peran yang penting dalam menunjang dan mendorong kegiatan perekonomian, memantapkan pertahanan dan keamanan, memperlancar kegiatan pemerintahan, memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, serta meningkatkan hubungan antarbangsa.
Dengan adanya perkembangan teknologi perkeretaapian dan perubahan lingkungan strategis yang semakin kompetitif dan tidak terpisahkan dari sistem perekonomian internasional yang menitikberatkan pada asas keadilan, keterbukaan, dan tidak diskriminatif, dipandang perlumelibatkan peran pemerintah daerah dan swasta guna mendorong kemajuan penyelenggaraan perkeretaapian nasional.
Mewujudkan perkeretaapian berkelanjutan di Indonesia
Transportasi di Indonesia begitu kompleks permasalahannya. Dibutuhkan suatu moda transportasi berkelanjutan. Mengingat adanya isu pemanasan global, kelangkaan bahan bakar, maka diperlukan suatu transportasi yang ramah lingkungan, hemat energy, murah dan nyaman.
Sebagian besar penduduk Indonesia merupakan masyarakat tingkat menengah ke bawah. Untuk menunjang aktivitas kesehariannya mereka lebih memilih moda transportasi yang lebih murah. Sebagai contoh ketika musim mudik tiba, banyak masyarakat yang lebih memilih naik angkutan kereta api menuju kampong halamannya daripada moda transportasi lain. Hal ini dilakukan tak lain karena murahnya biaya transportasi kereta api. Tak heran jika musim mudik tiba penumpang kereta api berjubelan, bahkan ada yang naik ke atas gerbong.
Ketika kereta api menjadi moda transportasi yang difavoritkan masyarakat, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat justru tidak bertambah lebih baik. Kenyamanan dan keamanan bagi penumpang pun tidak mendapat jaminan, bahkan kecelakaan kereta api pun masih sering terjadi. Setelah mengantri tiket yang begitu panjang dan didukung dengan adanya calo tiket, namun keterlambatan pemberangkatan kereta yang mereka dapat. Melihat kondisi perkeretaapian yang demikian itu banyak masyarakat mulai enggan menggunakan moda transportasi ini. Tak heran jika banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi mereka dalam menempuh perjalanan.
Untuk menarik kembali minat masyarakat terhadap transportasi kereta api dibutuhkan suatu moda transportasi kereta api yang tak hanya aman namun juga lebih nyaman, hemat energy, ramah lingkungan, serta biaya yang terjangkau. Mengingat banyaknya masyarakat menengah ke bawah yang menggunakan alat transportasi ini maka dibutuhkan transportasi yang relative murah, dan dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat. Dengan mempertimbangkan adanya isu pemanasan global maka diperlukan suatu alat transportasi yang ramah lingkungan. Semakin menipisnya cadangan BBM (Bahan Bakar Minyak) maka diperlukan suatu alat transportasi yang tingkat konsumsi bahan bakarnya rendah. Sehingga kedepannya diperlukan suatu inovasi moda transportasi yang berkelanjutan di Indonesia. Tak hanya murah namun keamanan dan kenyamanan serta pelayanan yang tidak mengecewakan juga perlu diperhatikan. Di samping itu aspek ekologis juga perlu diperhatikan lagi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam transportasi yang berkelanjutan antara lain keamanan, kenyamanan, hemat energy dan ramah lingkungan. Jika beberapa hal ini dapat terpenuhi niscaya akan banyak orang yang beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Dengan beralihnya masyarakat yang cenderung ke transportasi umum ini dapat mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang lalu lalang sepanjang jalan, sehingga kemacetan pun dapat terkurangi. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu regenarasi moda transportasi publik (transportasi umum). Khususnya moda transportasi kereta api, mengingat kereta api banyak diminati oleh masyarakat terutama masyarakat tingkat menengah ke bawah. Dengan regenerasi ini diharapkan pula meningkatnya minat masyarakat tingkat atas untuk beralih dari kendaraan pribadi ke kereta api.
Transportasi berkelanjutan mencakup tiga aspek, yaitu aspek social, aspek ekonomi dan aspek ekologis (lingkungan). Aspek sosial mencakup tingkat keamanan, kenyamanan, dan tingkat pelayanan (fasilitas). Aspek ekonomi ini merupakan besarnya biaya yang dikeluarkan jika menggunakan kendaraan pribadi seharusnya lebih besar jika dibandingkan dengan menggunakan transportasi umum. Jadi pada dasarnya transportasi berkelanjutan biaya yang dikeluarkan lebih sedikit, hal ini jika ditinjau dari aspek ekonomi. Selain itu aksesibilitas juga perlu diperhatikan, semakin mudah suatu transportasi diakses maka akan semakin diminati transportasi tersebut. Sedangkan dari aspek ekologis, transportasi berkelanjutan seharusnya lebih memperhatikan lingkungan. Transportasi berkelanjutan mempunyai tingkat konsumsi BBM (Bahan Bakar Minyak) yang rendah dan emisi gas karbondioksida yang rendah pula. Sehingga transportasi ini lebih ramah lingkungan dan tidak mengganggu keberlangsungan hidup makhluk hidup di sekitarnya.
Transportasi berkelanjutan dari aspek sosial mencakup keamanan dan kenyamanan serta pelayanan (fasilitas). Transportasi yang ada di Indonesia saat ini belum benar-benar aman. Khususnya kereta api, masih banyak terjadi kecelakaan kereta api terjadi di Indonesia. Seharusnya keamanan bagi penumpang lebih diutamakan. Diperlukan adanya suatu perbaikan terhadap infrastruktur dan sistem perkeretaapian agar kecelakaan yang terjadi dapat diminimalisir. Sehingga ketika seorang penumpang naik kereta tidak merasa takut lagi keretanya akan tabrakan atau anjlok.
Transportasi umum, khususnya kereta api di Indonesia belum cukup nyaman. Ketika musim mudik dan liburan tiba moda transportasi ini begitu penuh berjubelan. Bahkan kadang mengangkut penumpang dengan kapasitas yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan daya tampung kereta api tersebut. Kurangnya pengawasan menyebabkan banyak penumpang yang nekat naik ke atas gerbong kereta karena sudah tidak mendapat tempat duduk lagi di dalam gerbong. Kondisi seperti ini sudah ada sejak jaman dahulu hingga sekarang, namun sampai saat ini belum ada tindakan tegas untuk mencegah dan mengatasi permasalahan tersebut. Di dalam gerbong kereta api sendiri tidak cukup nyaman, kondisi udara di dalam kereta begitu panas dan sesak. Untuk kedepannya seharusnya penumpang mendapatkan jaminan keamanan dan kenyamanan di dalam kereta. Penumpang bisa menikmati perjalanan dengan nyaman tanpa rasa khawatir kereta yang ditumpanginya nabrak dan tanpa khawatir barangnya hilang di kereta.
Suara khas kereta api yang begitu keras dapat menyebabkan polusi suara (kebisingan). Hal ini sangat mengganggu kenyamanan pengguna kereta api dan masyarakat di sekitar rel kereta api. Suatu inovasi di Jepang dan China yaitu kereta api Maglev (Magnetically Levitated), dimana kereta api ini bergerak menggunakan tenaga magnet da tidak menimbulkan gesekan. Tidak adanya gesekan ini menyebabkan tidak adanya suara bising yang mengganggu telinga ketika kereta api ini bergerak. Namun di Indonesia sendiri belum bisa menerapkan teknologi ini, dikarenakan perlintasa kereta api Maglev ini berbeda dengan perlintasan kereta yang ada di Indonesia saat ini, dan untuk pengadaannya pun membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Fasilitas dan pelayanan yang diberikan di dalam kereta maupun di stasiun masih belum cukup baik. Tiket penumpang misalnya, penumpang kadang harus mengantri panjang berjam-jam di depan loket demi mendapatkan satu tiket perjalanan, bahkan kadang melalui calo untuk mendapatkan tiket tersebut. Kondisi ruang tunggu yang tidak nyaman, dengan sejumlah pedagang asongan dan pengemis berlalu lalang mencari rejeki di sekitar ruang tunggu. Kondisi stasiun dan di dalam kereta yang begitu kotor, terutama terjadi pada kereta api ekonomi, menambah semakin kurangnya pelayanan yang diberikan. Diharapkan untuk kedepannya nanti pelayanan yang diberikan kepada penumpang semakin membaik. Ruang tunggu yang bebas rokok, pengamen, pengemis dan penjual asongan, kondisi stasiun dan kereta pun jauh dari sampah, serta penumpang lebih mudah dalam memperoleh tiket, beberapa hal tersebut merupakan hal yang seharusnya penumpang kereta api peroleh. Diperlukan suatu sistem pengaturan yang lebih baik agar hal tersebut dapat tercapai.
Ditinjau dari aspek ekonomi, transportasi berkelanjutan perlu memperhatikan aksesibilitas dan biaya transportasi. Aksesibilitas perlu ditekankan karena semakin mudah transportasi dicapai maka semakin banyak masyarakat yang menggunakan moda transportasi tersebut. Namun banyak stasiun kereta api di Indonesia yang letaknya sulit dijangkau dan membutuhkan moda transportasi lain untuk menjangkaunya. Semakin sulit dijangkau maka semakin lama suatu perjalanan ditempuh dan semakin besar biaya yang dikeluarkan. Hal ini merupakan salah satu penyebab masyarakat semakin enggan menggunakan moda transportasi kereta api.
Kereta api banyak diminati terutama oleh masyarakat tingkat menengah ke bawah dikarenakan murahnya moda transportasi ini. Namun tak sedikit pula masyarakat tingkat atas yang lebih memilih kendaraan pribadi daripada transportasi publik khususnya kereta api. Seharusnya biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk transportasi publik (transportasi umum) lebih kecil bila dibandingkan dengan kendaraan pribadi sehingga penggunaan kendaraan pribadi bisa terkurangi dengan beralihnya penggunaan kendaraan pribadi ke kendaraan umum (transportasi publik). Untuk mendukung tercapainya hal tersebut bisa dilakukan dengan menaikkan pajak kendaraan, khususnya kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor. Dengan pajak yang lebih tinggi ini akan mengurangi volume kendaraan pribadi di jalan, sehingga kemacetan dan polusi udara dapat terkurangi. Perlu adanya sistem pengaturan yang lebih baik agar tidak ada pajak yang masuk ke kantong pribadi aparatur pemerintah dan transportasi umum khususnya kereta api dapat memberikan kontribusi pada pendapatan daerah.
Transportasi berkelanjutan seharusnya memperhatikan aspek ekologis. Transportasi berkelanjutan perlu memperhatikan keberlanjutan hidup makhluk hidup yang ada di sekitarnya. Transportasi berkelanjutan seharusnya lebih ramah lingkungan, lebih hemat energi dan menggunakan energi terbarukan sebagai bahan bakarnya. Jadi transportasi berkelanjutan tak hanya memperhatikan aspek ekonomi dan pengguna saja namun juga memperhatikan kelestarian lingkungan.
Transportasi berkelanjutan hendaknya mempunyai tingkat konsumsi bahan bakar yang rendah. Mengingat semakin sulitnya bahan bakar fosil dan semakin mahalnya harga bahan bakar tersebut, sudah seharusnya transportasi berkelanjutan lebih hemat bahan bakar. Kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang rendah tingkat konsumsi bahan bakarnya. Moda transportasi kereta api lebih hemat bahan bakar jika dibandingkan dengan moda transportasi lain.
Mengingat semakin langkanya dan semakin mahalnya bahan bakar fosil saat ini, maka diperlukan suatu pandangan baru mengenai sumber bahan bakar alternatif. Sebagai contoh di Jepang menggunakan energi listrik sebagai penggerak kereta api. Listrik digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil (BBM). Namun untuk penerapannya di Indonesia sendiri belum bisa, mengingat pasokan listrik di negara ini sedikit dan untuk pengadaan kereta listrik ini membutuhkan biaya yang cukup besar.
Contoh lainnya yaitu kereta api yang menggunakan tenaga magnet sebagai penggeraknya, seperti kereta api Maglev (Magnetically Levitate) di negara Jepang dan China.Lintasan kereta api ini berbeda dengan lintasan kereta api pada umumnya. Kereta api ini memanfaatkan gaya tolak menolak magnet sehingga tidak menimbulkan gesekan antara kereta dengan lintasannya. Hal ini dikarenakan kereta tidak bersentuhan dengan relnya. Namun kereta api ini belum bisa diterapkan di Indonesia karena pengadaan rel kereta api ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Energi alternatif lain yang digunakan adalah biogas, seperti yang diterapkan di Swedia. Kereta api di Swedia menggunakan biogas sebagai pengganti bahan bakar fosil. Biogas terbuat dari kotoran hewan dan manusia, yang bercampur dengan air dalam tangki. Ketika kotoran tersebut mengalami pembusukan, terbentuk gas yang akan disalurkan sebagai bahan bakar. Gas yang dihasilkan kemudian dikemas dalam tabung. Mengingat banyak masyarakat di Indonesia yang mempunyai hewan tenak, maka bisa belajar dari Swedia yang mendaur ulang kotoran ternak menjadi bahan bakar kereta api. Selain lebih hemat energi emisi gas karbondioksida akibat pembakaran pun lebih sedikit, hal ini dikarenakan biogas lebih ramah lingkungan.
Transportasi berkelanjutan, khususnya kereta api tak harus semewah kereta api Maglev di Jepang dan China. Transportasi berkelanjutan seharusnya lebih memperhatikan aspek sosial, ekonomi dan ekologis. Dimana transportasi berkelanjutan ini lebih menjamin keamanan, kenyamanan, mudah dijangkau oleh semua elemen masyarakat dan lebih hemat energi serta lebih ramah lngkungan. Indonesia bisa memanfaatkan kotoran ternak sebagai energi alternatif biogas. Biogas dapat dijadikan pengganti bahan bakar kereta api.
Pemerintah seharusnya lebih peduli terhadap perkeretaapian di Indonesia. Diperlukan kebijakan-kebijakan baru untuk mengatur perkeretaapian di Indonesia agar masyarakat beralih dari kendara pribadi ke transportasi umum, khususnya kereta api. Pemerintah seharusnya lebih tanggap lagi dalam mengelola perkeretaapian sehingga nantinya kereta api menjadi moda transportasi favorit di Tanah Air.
Kesimpulan
Kereta api merupakan sarana transportasi yang ramah lingkungan. Meskipun kereta api merupakan transportasi yang murah, hemat energi, dan ramah lingkungan, tampaknya belum ada perhatian khusus dari pemerintah. Isu lingkungan mengenai pemanasan global, krisis energi, dan kenaikan BBM hendaknya semakin menyadarkan kita untuk mengusahakan penghematan dan pengurangan emisi dalam keseharian.
Kereta api adalah moda transportasi yang paling hemat. Kereta api bisa mengurangi lebih dari 70% bahan bakar yang diperlukan dan bisa mengurangi sampai 85% polusi dibandingkan pesawat terbang. Melakukan perjalanan dengan kereta api merupakan salah satu alternatif yang dapat ditempuh. Keunggulan lain dari transportasi kereta api yaitu kereta api dapat mengangkut barang dan penumpang dengan kapasitas angkut yang besar. Kereta api memiliki jalur lintas sendiri sehingga terhindar dari kemacetan lalu lintas.
Meskipun kereta api merupakan transportasi yang murah, hemat energi, dan ramah lingkungan, namun perhatian dari pemerintah terhadap kondisi perkeretaapian di Indonesia ini masih kurang. Transportasi kereta api sendiri masih kalah saing dengan moda transportasi lain. Kereta api di Indonesia sudah ada sejak tahun 1864. Seiring berjalannya waktu aset perkeretaapian di Indonesia tidak semakin membaik. Rel kereta api sudah banyak yang tidak aktif beroperasi lagi.Sama halnya dengan rel kereta api, stasiun kereta api yang merupakan basis pelayanan angkutan kereta api pun juga tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Beberapa stasiun sudah tidak digunakan lagi dan sejumlah lokomotif tidak terpakai lagi karena kondisinya yang tidak layak lagi untuk beroperasi. Minimnya perhatian pemerintah terhadap kondisi perkeretaapian ini menyebabkan semakin surutnya infrastruktur angkutan kereta api di Tanah Air.
Berbagai kecelakaan kereta api terjadi dikarenakan buruknya infrastruktur kereta api di IndonesiaSeharusnya pemerintah pun menyadari bahwa kereta api sesungguhnya merupakan salah stu moda transportasi yang dapat dijadikan andalan. Di sejumlah negara maju transportasi kereta api begitu diperhatikan. Sarana kereta api juga diperbaiki sehingga kenyamanan bagi pengguna tetap terjaga.
Kebutuhan masyarakat akan transportasi sulit untuk dihilangkan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu transportasi yang berkelanjutan.Transportasi berkelanjutan merupakan suatu transportasi yang tidak menimbulkan dampak yang membahayakan kesehatan masyarakat atau ekosistem dan dapat memenuhi kebutuhan mobilitas yang ada secara konsisten dengan memperhatikan: (a) penggunaan sumberdaya terbarukan pada tingkat yang lebih rendah dari tingkat regenerasinya; dan (b) penggunaan sumber daya tidak terbarukan pada tingkat yang lebih rendah dari tingkat pengembangan sumberdaya alternatif yang terbarukan.
Inovasi dan perkembangan transportasi di Indonesia membutuhkan cukup banyak riset teknologi dan kebijakan. Perbaikan infrastruktur transportasi dan biaya transportasi serta upaya peningkatan efisiensi tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan kenyaman perlu terus diperhatikan. Dalam mewujudkan tercapainya transportasi yang ramah lingkungan dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi transportasi yang mampu mengurangi dampak lingkungan akibat polusi dari berbagai jenis moda transportasi.
Transportasi berkelanjutan mencakup tiga aspek, yaitu aspek social, aspek ekonomi dan aspek ekologis (lingkungan). Aspek sosial mencakup tingkat keamanan, kenyamanan, dan tingkat pelayanan (fasilitas). Aspek ekonomi ini merupakan besarnya biaya yang dikeluarkan jika menggunakan kendaraan pribadi seharusnya lebih besar jika dibandingkan dengan menggunakan transportasi umum.Selain itu aksesibilitas juga perlu diperhatikan, semakin mudah suatu transportasi diakses maka akan semakin diminati transportasi tersebut. Sedangkan dari aspek ekologis, transportasi berkelanjutan seharusnya lebih memperhatikan lingkungan.
Transportasi berkelanjutan, khususnya kereta api tak harus semewah kereta api Maglev di Jepang dan China. Transportasi berkelanjutan seharusnya lebih memperhatikan aspek sosial, ekonomi dan ekologis. Dimana transportasi berkelanjutan ini lebih menjamin keamanan, kenyamanan, mudah dijangkau oleh semua elemen masyarakat dan lebih hemat energi serta lebih ramah lngkungan. Indonesia bisa memanfaatkan kotoran ternak sebagai energi alternatif biogas. Biogas dapat dijadikan pengganti bahan bakar kereta api.













DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2010. Kereta Api Ramah Lingkungan Reuters/India-Eco Friendly Train. http://vtrediting.wordpress.com/2010/04/16/kereta-api-ramah-lingkungan/ (diakses 20 November 2010).
Anonim. 2007. Jepang akan Operasikan Kereta Api Ramah Lingkungan Pertama di Dunia. http://hariansib.com/?p=8494. (diakses 18 November 2010).
Anonim. 2010. 10 Kereta Api Tercepat di Dunia. http://jktcargo.wordpress.com/2010/02/22/10-kereta-api-tercepat-di-dunia/. (diakses 17 November 2010).

Anonim. 2010. Beginilah Perilaku Penumpang Kereta Api di Indonesia. http://unik.supericsun.com/tag/kereta-api-indonesia. (diakses 17 November 2010).

LiveScience . 2010. Amtrak Uji Coba Bahan Bakar Daging. http://www.greenradio.fm/index.php?option=com_content&view=article&id=2936:amtrak-uji-coba-bahan-bakar-daging&catid=80:science&Itemid=176. (diakses 19 November 2010).

Nugraha, Budi. 2005. KA sebagai Moda Transportasi Alternatif. http://www.suaramerdeka.com/harian/0509/22/opi3.htm. (diakses 18 November 2010).

Raad, A.R. Barter Tamiim. 2000. Taking Steps: A Community Action Guide to People-Centred, Equitable and Sustainable Urban Transport. (www.gdrc.org/uem/sustran/sustran.html, (diakses 19 November 2010).

Sukarto, Haryono. 2006. Transportasi Perkotaan dan Lingkungan. Jurnal Teknik Sipil..hsukarto@yahoo.com. (diakses 17 November 2010).

Surya, Yohanes. 2007. Kereta Terbang. Jurnal Teknologi. www.yohanessurya.com/download/penulis/Teknologi_16.pdf . (diakses 17 November 2010).

Train à Grande Vitesse. http://id.wikipedia.org/wiki/Train_à_Grande_Vitesse . (diakses 17 November 2010).

Warpani, Suwardjoko P. 2002. Pengelolaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Bandung: ITB

Widiantoro, J .. Green Transport: Upaya Mewujudkan Transportasi yang Ramah Lingkungan. Buletin penataan ruang

1 komentar: